Siapa sih yang nggak senang liburan? Apalagi kalau tujuannya daerah tropis yang hangat, penuh pantai, alam hijau, atau pulang ke kampung halaman yang selalu bikin rindu. Liburan memang jadi momen recharge paling ditunggu setelah rutinitas panjang. Tapi jujur saja, di balik serunya liburan, ada satu hal penting yang sering luput dari persiapan yaitu risiko Demam Berdarah Dengue.
Perlu Moms dan Dads tahu, Indonesia termasuk negara hiperendemik DBD. Artinya, di mana pun kita bepergian di Indonesia baik ke kota besar, desa, tempat wisata, maupun kampung halaman risiko terkena DBD selalu ada.
Sayangnya, masih banyak yang berpikir, “Ah cuma liburan sebentar,” atau “Kan cuma pindah tempat” Padahal, perubahan lingkungan justru bikin tubuh dan kebiasaan kita lebih rentan. Daerah tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi adalah kondisi favorit nyamuk berkembang biak.
Moms dan Dads, biasanya persiapan liburan itu fokus ke koper seperti baju cukup, obat pribadi, charger, dokumen, semua dicek. Tapi jarang yang mikirin soal lingkungan tempat menginap. Padahal, tempat baru berarti kondisi baru, dan kita belum tentu tahu sebersih apa lingkungannya.
Hotel, penginapan, rumah saudara, atau villa sekalipun bisa punya potensi genangan air. Bak mandi jarang dikuras, halaman dengan pot tanaman, atau tempat sampah terbuka bisa jadi “rumah sementara” nyamuk. Karena itu, penting banget punya kesadaran tambahan sejak awal.
Saat tiba di tempat tujuan, luangkan waktu sebentar untuk cek sekitar. Nggak perlu lebay, cukup perhatikan apakah ada air tergenang, apakah jendela bisa ditutup rapat, dan apakah kamar cukup terang dan bersih. Langkah kecil ini sering dianggap remeh, padahal bisa bikin perbedaan besar.
Kesadaran juga berarti menjaga kebiasaan. Jangan karena lagi liburan lalu semua aturan dilepas. Tetap pakai pakaian yang nyaman dan melindungi tubuh, terutama saat pagi dan sore. Liburan itu santai, tapi bukan berarti lengah.
Moms dan Dads, salah satu kesalahan paling umum saat liburan adalah menganggap semuanya aman karena “cuma sebentar”. Padahal, nyamuk nggak butuh waktu lama untuk bikin masalah. Dalam hitungan hari saja, risiko sudah bisa muncul.
Rutinitas kecil seperti menutup pintu dan jendela saat malam, menggunakan kelambu atau pengaman jika ada, dan memastikan tidak ada air menggenang di kamar mandi sering terlupakan. Apalagi kalau liburan bareng keluarga besar, fokusnya ke kumpul dan jalan-jalan.
Kalau bawa anak-anak, tantangannya lebih besar. Anak biasanya aktif, suka main ke luar, dan sering lupa pakai pelindung tubuh. Di sinilah peran Moms dan Dads penting sebagai pengingat. Bukan melarang bermain, tapi mengarahkan agar tetap aman.
Yang juga sering dilupakan adalah kondisi tubuh. Capek jalan-jalan, kurang tidur, dan perubahan pola makan bisa bikin daya tahan tubuh menurun. Saat tubuh lagi drop, risiko terkena penyakit termasuk DBD bisa meningkat. Jadi, tetap jaga istirahat dan asupan cairan, ya.
Moms dan Dads, cerita belum selesai saat koper dibongkar di rumah. Justru setelah pulang, kewaspadaan masih perlu dijaga. Banyak orang mengira kalau sudah sampai rumah berarti aman. Padahal, gejala DBD bisa muncul beberapa hari setelah terpapar. Untuk itu Moms dan Dads juga disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum atau setelah liburan.
Kalau setelah liburan ada anggota keluarga yang demam tinggi, lemas, atau merasa nggak enak badan, jangan langsung disepelekan. Jangan juga langsung panik. Yang paling bijak adalah memantau kondisi dan segera mencari bantuan medis jika perlu.
Mulailah dengan kebiasaan paling dasar yaitu menerapkan 3M Plus secara konsisten dengan menguras tempat penampungan air di sekitar tempat tinggal sementara, menutup rapat wadah air, mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang bisa menampung air, serta melakukan langkah tambahan untuk menghindari gigitan nyamuk.1 Kebiasaan ini tetap relevan di mana pun kita berada.
Moms dan Dads juga bisa mendapatkan informasi yang sesuai, termasuk penjelasan mengenai vaksinasi DBD sebagai upaya perlindungan tambahan dengan berkonsultasi ke dokter.2 Dengan kombinasi kewaspadaan, kebiasaan sehat, dan perlindungan medis yang tepat, liburan ke daerah tropis bisa tetap seru, aman, dan bebas drama DBD.
Artikel ini dimaksudkan untuk informasi dan kesadaran publik, dan untuk tujuan edukasi. Artikel gak dimaksudkan sebagai bentuk anjuran medis. Artikel ini telah disupervisi oleh:
dr. Carissa R.V Pratiwi
C-ANPROM/ID/QDE/1091 | Feb 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025