Sumber foto: Aflo Images
Masih menunggu musim hujan? Merasa aman karena rumah selalu bersih? Atau merasa belum sempat karena sibuk? Eits, Moms & Dads, jangan sampai alasan-alasan ini membuat perlindungan dari DBD jadi tertunda, ya.
Penyakit bawaan nyamuk ini tidak mengenal musim, tidak melihat seberapa bersih rumah, dan tidak menunggu hingga kita punya waktu luang. Risiko DBD bisa datang kapan saja dan di mana saja, sehingga perlindungan sebaiknya dilakukan secepat mungkin.
Menunda Vaksin Artinya Membuka Celah Risiko
Aktivitas sehari-hari tentu akan terus berjalan. Si Kecil pergi ke sekolah, Moms & Dads berangkat kerja, dan keluarga beraktivitas di berbagai tempat setiap harinya. Di tengah sibuknya kegiatan keluarga, tergigit nyamuk DBD bisa terjadi tanpa disadari.
Di rumah, Moms & Dads mungkin sudah rutin menerapkan 3M Plus, seperti menguras air tergenang, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. Langkah ini sudah tepat sekali untuk dilakukan!
Namun, perlindungan tidak berhenti di rumah saja. Saat beraktivitas di sekolah, kantor, atau tempat umum lainnya, tidak selalu dapat dipastikan bahwa lingkungan tersebut bebas dari nyamuk pembawa virus dengue. Artinya, risiko gigitan nyamuk DBD tetap bisa ada kapan saja dan di mana saja.
Nah, selain rutin melakukan 3M Plus, Moms & Dads bisa menambah lapisan perlindungan dengan berkonsultasi kepada dokter mengenai vaksin DBD. Semakin cepat melakukan perlindungan, semakin baik keluarga terlindungi dari risiko DBD.
Butuh Waktu untuk Memperkuat Perlindungan Tubuh
Moms & Dads, vaksinasi butuh waktu agar menjadi optimal. Jadi vaksinasi DBD sebaiknya tidak ditunda. Tapi sebenarnya gimana, sih, proses vaksin dalam tubuh itu sendiri?
Vaksin DBD mengandung virus dengue yang telah dilemahkan dan dirancang untuk membantu tubuh mengenali keempat serotipe virus dengue. Sistem imun kita dapat "belajar" mengenalinya tanpa terjangkit DBD.
Namun, proses belajar pastinya tidak instan, dong! Tubuh butuh waktu untuk mengenali virus dengue, mengingatnya, lalu membentuk respons imun berupa sel-sel pertahanan dan antibodi. Dengan begitu, jika suatu saat tubuh terpapar virus dengue yang sebenarnya, sistem imun dapat merespons lebih cepat dan lebih siap melawannya.
Vaksin DBD juga diberikan dalam beberapa dosis. Di dosis pertama tubuh kenalan dulu dengan virus dengue. Di dosis selanjutnya, tubuh memperkuat dan mengingatkan kembali apa yang sudah dipelajari, sehingga perlindungan menjadi lebih optimal.
Itu kenapa vaksinasi dilakukan sebelum risiko datang, Moms & Dads! Kita tidak pernah tahu kapan akan tergigit nyamuk DBD. Jika sistem imun sudah memiliki "bekal" dari vaksinasi, tubuh akan lebih siap memberikan respons saat menghadapi virus dengue yang sebenarnya.
Perlindungan yang Perlu Dilakukan Hari Ini
Moms & Dads dapat melakukan 3M Plus di rumah dan jadwalkan konsultasi dengan dokter mengenai vaksinasi DBD. Dengan melakukan keduanya, Moms & Dads memberikan perlindungan menyeluruh untuk keluarga dari ancaman DBD. Ingat Moms & Dads, Untuk Keluarga, Jangan Ditunda!
C-ANPROM/ID/QDE/1240 | July 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025