Ternyata Ada 4 Jenis Virus Dengue yang Bisa Sebabkan DBD, Yuk Simak Pencegahannya!

Ternyata Ada 4 Jenis Virus Dengue yang Bisa Sebabkan DBD, Yuk Simak Pencegahannya!

Moms & Dads wajib tahu, Demam Berdarah Dengue (DBD) bukan penyakit yang hanya muncul saat tertentu seperti musim hujan. Dalam beberapa tahun terakhir, akibat terjadinya perubahan iklim, urbanisasi, dan mobilitas masyarakat membuat risiko penularan dengue semakin tinggi.

Oleh karena itu, perlindungan terhadap DBD saat ini tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus mulai meningkat. Langkah terbaik adalah membangun perlindungan sejak hari ini, agar risiko di masa depan dapat ditekan. Inilah alasan mengapa kesiapsiagaan kita dapat menjadi pondasi utama dalam upaya mencegah demam berdarah secara berkelanjutan.

 

Virus Dengue Memiliki Empat Serotipe Berbeda

Dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti, ada virus dengue yang membawa salah satu dari empat serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, atau DENV-4. Seseorang yang pernah terinfeksi satu serotipe memang akan memiliki kekebalan terhadap serotipe tersebut, tetapi tetap dapat terinfeksi oleh serotipe lainnya.

Bahkan, infeksi berikutnya berpotensi meningkatkan risiko terjadinya dengue berat. Hal inilah yang membuat kewaspadaan terhadap DBD tidak boleh berhenti hanya karena seseorang pernah mengalaminya.1

 

Pentingnya Melakukan Upaya Perlindungan Jangka Panjang Terhadap DBD

Pendekatan pencegahan DBD kini semakin komprehensif. Pengendalian dengue kini dapat dilakukan melalui pendekatan terpadu yang mencakup pengendalian vektor, edukasi masyarakat, deteksi dini, akses layanan kesehatan, dan vaksinasi sesuai rekomendasi dokter. Pendekatan berlapis seperti ini memberikan perlindungan yang lebih optimal dibandingkan hanya mengandalkan satu metode saja.

Vaksinasi menjadi salah satu inovasi penting dalam upaya perlindungan jangka panjang terhadap DBD. WHO merekomendasikan penggunaan vaksin dengue di wilayah dengan intensitas penularan tinggi. Meski demikian, vaksin bukanlah pengganti upaya pemberantasan sarang nyamuk. Vaksinasi justru menjadi pelengkap yang bekerja bersama langkah-langkah pencegahan lainnya untuk membantu mengurangi risiko penyakit berat dan rawat inap akibat DBD.3

Bagi keluarga, kesiapsiagaan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Luangkan waktu setiap minggu untuk memeriksa pot bunga, talang air, tempat minum hewan peliharaan, hingga wadah-wadah kecil yang berpotensi menampung air hujan. Ajarkan pula anak-anak mengenali pentingnya menjaga lingkungan agar bebas dari jentik nyamuk. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar dalam memutus rantai penularan DBD.

 

Pentingnya Mengenali Gejala Awal DBD Sebagai Bentuk Antisipasi

Selain menjaga lingkungan, penting pula untuk mengenali gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, ruam kemerahan, atau perdarahan ringan. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk untuk mencari pertolongan medis. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius serta meningkatkan peluang kesembuhan pasien.2

 

Siaga Hari Ini Berarti Melindungi Masa Depan

DBD adalah penyakit yang dapat menyerang kapan saja. Karena virus dengue memiliki karakteristik yang kompleks dan risiko penularannya tetap ada sepanjang tahun, pendekatan pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh. Menjaga lingkungan tetap bersih, menerapkan perilaku hidup sehat, serta berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan perlindungan yang sesuai merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi seluruh keluarga. Sebab, perlindungan terhadap DBD memang dimulai dari langkah kecil yang dilakukan hari ini.

 

Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2026, March 4). IDAI | Sekilas tentang Vaksin Dengue. IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/sekilas-tentang-vaksin-dengue
  2. Kementerian Kesehatan RI. (2023, June 27). Gejala Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai. Ayo Sehat - Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/gejala-demam-berdarah-yang-perlu-diwaspadai
  3. World Health Organization (WHO). (n.d.). Vaccines and immunization: Dengue. World Health Organization (WHO). Retrieved July 24, 2026, from https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/dengue-vaccines?
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025