Pertanyaan Orang Tua yang Paling Sering Ditanyakan di Booth DBD Heroes

Pertanyaan Orang Tua yang Paling Sering Ditanyakan di Booth DBD Heroes

Moms & Dads, siapa yang kemarin ikut serunya berbagai tantangan di Booth DBD Heroes saat Festival Hari Anak kumparanMOM 2026?

Di tengah keseruan tersebut, ada beberapa pertanyaan yang muncul saat Moms & Dads ngobrol dengan tim di booth. Mulai dari membedakan ruam DBD dan campak, mencari fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin DBD, sampai bertanya apakah vaksin DBD aman untuk orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Nah, buat Moms & Dads yang masih penasaran, yuk, cari tahu jawabannya!

 

1. "Ruam DBD dan campak itu bedanya apa, ya?"

Sama-sama bisa menyebabkan ruam pada kulit, wajar kalau Moms & Dads bingung membedakannya. Apalagi, ruam pada DBD bisa muncul saat demam mulai membaik dan bentuknya dapat menyerupai ruam pada penyakit lain.

Pada DBD, ruam dapat berupa bercak kemerahan yang muncul pada kulit. Salah satu gambaran yang dapat ditemukan adalah ruam kemerahan dengan area kulit yang tampak lebih pucat ketika ditekan, meskipun tampilannya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Sementara itu, pada campak, ruam biasanya muncul setelah gejala seperti demam, batuk, pilek, dan mata merah. Ruam campak umumnya dimulai dari wajah atau garis rambut, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Namun, jangan mengandalkan tampilan ruam saja untuk menentukan apakah seseorang terkena DBD atau campak, ya. Keduanya dapat memiliki gambaran klinis yang mirip sehingga pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium tetap penting untuk memastikan diagnosis.1

2. "Kalau mau konsultasi vaksinasi DBD, bisa di mana?"

Setelah mengetahui bahwa vaksin DBD dapat menjadi salah satu bagian dari perlindungan terhadap penyakit dengue, mungkin Moms & Dads jadi bertanya-tanya, "Kalau mau konsultasi vaksinasi DBD, harus ke mana?"

Untuk mencari tahu fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan konsultasi vaksinasi DBD, Moms & Dads bisa mengunjungi CegahDBD.com. Di sana, tersedia informasi mengenai fasilitas kesehatan terdekat yang menyediakan layanan konsultasi vaksinasi DBD.

Sebelum vaksinasi, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui apakah vaksinasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anggota keluarga.

 

3. "Kalau punya darah tinggi atau diabetes, boleh vaksin DBD nggak?"

Punya kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi atau diabetes tidak otomatis berarti seseorang tidak boleh mendapatkan vaksin DBD.

Karena setiap orang memiliki kondisi kesehatan dan pengobatan yang berbeda, keputusan untuk mendapatkan vaksin tetap perlu dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat menilai kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Jadi, kalau Moms & Dads atau anggota keluarga memiliki hipertensi, diabetes, atau kondisi kesehatan lainnya, jangan ragu untuk menyampaikan kondisi tersebut saat berkonsultasi dengan dokter.2

 

Vaksin Membantu Melindungi, Tapi Bukan dari Gigitan Nyamuk

Ada satu hal penting yang juga perlu diingat saat membicarakan vaksin DBD.

Vaksin DBD membantu memberikan perlindungan terhadap penyakit dengue, tetapi tidak mencegah nyamuk menggigit.

Artinya, vaksinasi bukan pengganti langkah pencegahan lainnya. Risiko gigitan dan perkembangbiakan nyamuk tetap perlu dikurangi dengan menerapkan 3M Plus, seperti menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, mendaur ulang atau membuang barang yang dapat menampung air, serta melakukan langkah Plus lainnya.

Kalau masih ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Terutama ketika menyangkut gejala DBD atau keputusan mengenai vaksinasi, dokter adalah orang yang tepat untuk membantu menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Karena menghadapi DBD bukan hanya soal tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga tahu kapan harus bertanya dan mencari bantuan yang tepat.

C-ANPROM/ID/QDE/1291 | SEP 2026

References

  1. Farias, L. A. B. G., Costa, L. B., Bessa, P. P. N., Alcântara, G. F. T., Oliveira, J. L., Silva, T. D. N., Morais, G. F. L., Perdigão Neto, L. V., & Cavalcanti, L. P. G. (2024). Dengue Mimickers: Which Clinical Conditions Can Resemble Dengue Fever?. Revista da Sociedade Brasileira de Medicina Tropical, 57, e002062024. https://doi.org/10.1590/0037-8682-0334-2024
  2. Hadinegoro, S. R., et al. (2016). Safety overview of a recombinant live-attenuated tetravalent dengue vaccine: Pooled analysis of data from 18 clinical trials. PLOS Neglected Tropical Diseases. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0004821
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025