Dari Sekolah ke Lapangan: Tempat yang Sering Jadi “Titik Buta” Risiko DBD pada Anak

Dari Sekolah ke Lapangan: Tempat yang Sering Jadi “Titik Buta” Risiko DBD pada Anak

Moms & Dads, coba ikuti satu hari si Kecil. Pagi hari, berangkat sekolah. Siang, bermain bersama teman. Sore, mungkin lanjut latihan olahraga atau mengikuti kegiatan di luar rumah.

Rutinitas seperti ini mungkin terlihat biasa. Tapi, pernahkah Moms & Dads memperhatikan di mana saja si Kecil beraktivitas sepanjang hari? Karena tanpa disadari, bisa ada beberapa tempat paparan nyamuk.

Yuk, ikuti “a day in my life” si Kecil dan lihat di mana saja titik buta risiko DBD bisa muncul.

 

06.30: Berangkat ke Sekolah

Si Kecil bersiap, sarapan, lalu berangkat ke sekolah. Sebelum masuk kelas, mungkin ia sempat menunggu jemputan atau berjalan melewati area sekitar sekolah.

Momen seperti ini sering dianggap aman karena bukan sedang berada di tempat yang terlihat banyak nyamuk. Padahal, bisa jadi ada air menggenang di area luar dan jadi tempat nyamuk berkembang biak.

 

10.00: Waktu Istirahat

Bel istirahat berbunyi. Si Kecil keluar kelas, bermain, makan, atau mengobrol bersama teman-temannya. Karena sedang sibuk bermain, tentu anak tidak akan berpikir tentang nyamuk yang mungkin berada di sekitarnya.

Di sinilah perlindungan dari gigitan nyamuk menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan orang tua, terutama ketika anak beraktivitas di luar ruangan.1

 

14.00: Pulang Sekolah, Bukan Berarti Selesai

Bel pulang berbunyi. Tapi bagi sebagian anak, aktivitas hari itu belum selesai. Ada yang langsung pulang, ada yang mengikuti les, bermain bersama teman, atau pergi ke tempat lain sebelum kembali ke rumah.

Rutinitas yang berpindah-pindah ini membuat lingkungan yang perlu diperhatikan juga semakin luas.1

 

18.00: Akhirnya Pulang ke Rumah

Hari yang panjang akhirnya selesai. Si Kecil sudah mandi, makan, dan bersiap beristirahat. Tapi sebelum hari benar-benar berakhir, ada satu hal yang jangan sampai dilupakan: lingkungan rumah tetap perlu diperiksa secara rutin.

  • Adakah wadah yang menampung air?
  • Adakah barang bekas yang bisa menjadi tempat genangan?
  • Adakah tempat yang mungkin menjadi lokasi nyamuk berkembang biak?

Karena satu hari anak mungkin berpindah dari rumah, sekolah, hingga lapangan, tetapi pencegahan DBD tetap dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan keluarga.1

 

Jadi, Di Mana Sebenarnya Titik Butanya?

Moms & Dads, titik buta risiko DBD bukan selalu tempat yang terlihat kotor atau penuh genangan. Terkadang, titik butanya justru adalah tempat yang kita anggap terlalu biasa untuk diperhatikan. Karena itu, coba mulai melihat rutinitas si Kecil dari sudut pandangnya: “Hari ini dia pergi ke mana saja?”

Dengan begitu, Moms & Dads bisa lebih jeli mengenali lingkungan yang perlu diperhatikan dan membangun kebiasaan perlindungan yang sesuai dengan aktivitasnya.

 

Lindungi Si Kecil di Mana Pun Ia Beraktivitas

Moms & Dads tidak mungkin selalu berada di samping si Kecil sepanjang hari.  Namun, kita bisa membantu mengurangi risikonya dengan membangun kebiasaan perlindungan yang konsisten. Mulai dari:2

✓ Memastikan lingkungan rumah rutin diperiksa dan menerapkan 3M Plus.

✓ Mengajari anak untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk saat beraktivitas di luar rumah.

✓ Mengingatkan anak untuk tidak bermain di area yang banyak nyamuk.

✓ Berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin DBD sebagai perlindungan tambahan.

Karena melindungi anak dari DBD bukan hanya tentang menjaga mereka ketika berada di rumah. Setiap perjalanan dari rumah ke sekolah, dari sekolah ke lapangan, hingga kembali lagi ke rumah adalah bagian dari keseharian mereka. Dan setiap bagian itu layak mendapat perhatian.

C-ANPROM/ID/QDE/1303 | SEP 2026

Referensi:

  1. da Silva, M. P., Bezerra, A. K. L., Diniz, G. T. N., & Mayrelle Da Silva Castanha, P. (2025). Risk factors predicting dengue hospitalization and disease severity in children and adolescents living in an endemic area of arbovirus transmission in Northeast Brazil (2017-2020). BMC public health, 25(1), 3631. https://doi.org/10.1186/s12889-025-24822-6
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025