Rumah Terlihat Aman, Kebiasaan Sehari-Hari Justru Bisa Mengundang Nyamuk Lho!

Rumah Terlihat Aman, Kebiasaan Sehari-Hari Justru Bisa Mengundang Nyamuk Lho!

Sumber foto: Aflo Images

Moms & Dads, rumah yang sekilas terlihat bersih sering kali dianggap sudah cukup aman untuk melindungi keluarga dari ancaman kesehatan, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele justru dapat menciptakan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Oleh karena itu, menjaga rumah tetap bersih saja pada dasarnya belum cukup jika tidak dibarengi dengan kebiasaan yang tepat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk. Coba cek kebiasaan-kebiasaan berikut yang bisa mengundang nyamuk!

 

Kebiasaan 1: Membiarkan Air Menggenang di Sekitar Rumah

Moms & Dads sadar gak bahwa di sekitar rumah masih ada wadah air yang dibiarkan? Salah satu kebiasaan yang paling sering dilakukan tanpa disadari adalah membiarkan ember, baskom, atau wadah penampung air tidak dikuras secara rutin.

Air yang terlihat bersih bukan berarti aman. Justru, nyamuk Aedes aegypti lebih menyukai air bersih yang tergenang. Nyamuk ini membutuhkan air bersih bukan untuk mereka minum, melainkan karena air bersih yang tergenang menjadi tempat ideal untuk bertelur dan perkembangan larva hingga menjadi nyamuk dewasa. Dalam waktu sekitar satu minggu, telur nyamuk dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa apabila tidak segera dibersihkan.

Selain tempat penampungan air, talang air yang tersumbat, tatakan pot tanaman, vas bunga, hingga tempat minum hewan peliharaan juga sering luput dari perhatian. Ketika air menggenang selama beberapa hari, area tersebut dapat berubah menjadi "rumah baru" bagi jentik nyamuk. Karena letaknya sering tersembunyi, banyak orang baru menyadarinya setelah populasi nyamuk di rumah meningkat.2

 

Kebiasaan 2: Menggantung Pakaian

Kebiasaan menggantung pakaian bekas pakai di belakang pintu atau di gantungan kamar juga patut diperhatikan. Meski tidak menjadi tempat berkembang biak, pakaian yang menggantung dapat menjadi tempat favorit nyamuk dewasa untuk beristirahat sebelum kembali mencari mangsa.

 

Kebiasaan 3: Menjadikan Fogging Sebagai Solusi Utama

Masyarakat di sekitar kita masih banyak yang menganggap bahwa fogging merupakan solusi utama untuk mencegah demam berdarah. Padahal, fogging hanya bertujuan membunuh nyamuk dewasa dalam kondisi tertentu dan bukan untuk memusnahkan telur maupun jentik nyamuk. Tanpa pemberantasan sarang nyamuk, populasi nyamuk akan kembali meningkat dalam waktu singkat karena sumber perkembangbiakannya masih ada. 

World Health Organization (WHO) juga menekankan bahwa pencegahan dengue sangat bergantung pada pengendalian vektor melalui pengurangan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. WHO menyarankan agar tempat penampungan air selalu ditutup rapat serta dikuras dan disikat secara berkala untuk menghilangkan telur nyamuk yang menempel di dinding wadah.3

 

Penerapan 3M Plus Menjadi Lebih Efektif Saat Dilakukan Bersama-sama

Selain menjaga kebersihan rumah, langkah 3M Plus juga mencakup penggunaan obat anti nyamuk bila diperlukan, pemasangan kawat kasa pada ventilasi, memelihara ikan pemakan jentik di kolam tertentu, serta mengajak seluruh anggota keluarga dan lingkungan sekitar untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.1

Pada akhirnya, rumah yang terlihat rapi belum tentu bebas dari risiko demam berdarah. Justru kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari dapat menentukan apakah rumah menjadi tempat yang aman atau malah mengundang nyamuk. Dengan mengenali kebiasaan yang berisiko dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten, kita dapat melindungi keluarga dari ancaman DBD.

 

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus 
  2. Nurjana, M. A., Srikandi, Y., Wijatmiko, T. J., Hidayah, N., Isnawati, R., Octaviani, O., Gunawan, G., Samarang, S., Koraang, M. E., Anastasia, H., & Ningsi, N. (2023). Water containers and the preferable conditions for laying eggs by Aedes mosquitoes in Maros Regency, South of Sulawesi, Indonesia. Journal of Water and Health, 21(11), 1741–1746. https://doi.org/10.2166/wh.2023.270 
  3. World Health Organization. (n.d.). How to prevent mosquito breeding [PDF]. Baby-Friendly Hospital Initiative Congress. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/nutritionlibrary/baby-friendly-hospital-initiative-congress-%28bfhi-congress%29/how-to-prevent-mosquito-breeding3b76d522-8941-4cc3-a542-115d66fa92ff.pdf
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025