Apakah Moms & Dads masih beranggapan kalau nyamuk DBD hanya muncul di musim hujan? Atau jika pernah terkena DBD tidak akan bisa terinfeksi lagi? Hati-hati, Moms & Dads karena anggapan-anggapan tadi merupakan anggapan yang kurang tepat mengenai penyakit DBD.
Kira-kira Moms & Dads punya anggapan lain tentang DBD yang kurang tepat, gak nih? Yuk, cek miskonsepsi berikut agar Moms & Dads bisa melindungi keluarga dengan tepat.
Miskonsepsi 1: DBD Hanya Muncul Saat Musim Hujan
Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air genang. Di musim hujan mungkin memang menyebabkan lebih banyak air yang tergenang. Namun, bukan berarti ancaman nyamuk satu ini terhenti di musim kemarau.
Pada musim kemarau, mungkin ada banyak orang yang menyimpan air di wadah dalam rumah. Nah, air ini juga bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Ditambah cuaca yang sekarang tidak menentu. Hujan juga bisa datang di waktu-waktu musim kemarau. Dengan cuaca yang sulit diprediksi ini, ancaman nyamuk DBD juga semakin sulit untuk diantisipasi. Jadi, waspada untuk mencegah DBD di musim kemarau juga perlu dilakukan.2
Miskonsepsi 2: Rumah Bersih Berarti Bebas dari Nyamuk DBD
Rumah bersih tentu bikin beraktivitas dan bersantai di rumah semakin nyaman. Tapi, hati-hati Moms & Dads! Rumah bersih belum berarti terbebas dari nyamuk yang mengintai. Nyatanya, nyamuk tidak melihat bersih kotornya rumah, tapi apakah ada air tergenang di sekitar rumah.
Barang-barang di rumah seperti vas bunga, tampungan air dispenser, ember, tempat minum anabul, dan wadah-wadah air lainnya bisa jadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Pastikan untuk sering mengganti air di wadah-wadah tersebut dan tutup wadahnya, ya!5
Miskonsepsi 3: Anak Sehat Tidak Butuh Perlindungan Menyeluruh
Si Kecil sudah diberi nutrisi lengkap? Sudah sering diajak untuk berolahraga? Bagus, Moms & Dads! Menjaga kesehatan memang sangat penting dalam mencegah DBD.
Akan tetapi, untuk terlindungi dari ancaman infeksi DBD dibutuhkan perlindungan lebih dari sekadar menjaga kesehatan. Perlindungan yang terbaik adalah perlindungan yang menyeluruh.
Moms & Dads bisa melakukan perlindungan menyeluruh dengan membangun kebiasaan sehat, melakukan rutinitas 3M Plus, dan berkonsultasi ke dokter mengenai vaksinasi DBD sebagai perlindungan tambahan.1
Miskonsepsi 4: Kalau Sudah Pernah Kena DBD, Tidak Akan Kena Lagi
Nyamuk DBD ternyata membawa ancaman yang lebih besar dari kita kira. Nyamuk Aedes aegypti membawa virus dengue yang memiliki empat serotipe. Misal, Moms & Dads pernah terinfeksi virus dengue dengan serotipe DENV-1, maka bisa terinfeksi lagi dengan serotipe DENV-2, DENV-3, ataupun DENV-4.
Jadi walaupun sudah pernah kena DBD, belum tentu sistem imun kita kebal terhadap serotipe virus dengue lainnya. Moms & Dads bisa ajak keluarga untuk berkonsultasi ke dokter mengenai vaksin DBD karena vaksin ini mengandung empat serotipe yang membantu membangun perlawanan terhadap virus dengue.4
Miskonsepsi 5: Fogging Nyamuk Sudah Cukup Melindungi
Fogging nyamuk dilakukan untuk memutuskan kasus DBD di suatu area. Fogging ini akan mematikan nyamuk dewasa di sekitar. Nah, jentik serta telur nyamuk Aedes aegypti tidak ikut mati, tetapi akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa beberapa hari kemudian.
Fogging bukan merupakan bentuk pencegahan dari DBD. Sehingga sangat penting bagi Moms & Dads untuk membangun rutinitas 3M Plus dan berkonsultasi ke dokter mengenai vaksin DBD agar keluarga terlindungi secara optimal.3
Mencari Informasi Terpercaya
Moms & Dads, memiliki anggapan-anggapan yang kurang tepat mengenai DBD bisa berisiko besar, lho! Penting bagi Moms & Dads untuk terus mendapatkan informasi yang tepat mengenai DBD agar keluarga bisa mendapatkan perlindungan yang terbaik.
Terapkan rutinitas 3M Plus di kehidupan sehari-hari dan konsultasi ke dokter untuk mendapatkan perlindungan yang tepat untuk keluarga.
C-ANPROM/ID/QDE/1276 | July 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025