Apakah Moms & Dads tahu puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono? Lewat puisi itu, hujan di bulan Juni digambarkan sebagai sesuatu yang tidak biasa, karena Juni identik dengan musim kemarau. Namun kini, kenyataannya mulai berbeda.
Perubahan iklim membuat pola cuaca semakin sulit diprediksi. Hujan masih bisa turun di tengah musim kemarau, seperti yang terjadi pada Juni 2026 ketika BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.1
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim tidak hanya mengubah pola musim, tetapi juga dapat memengaruhi risiko penyakit seperti DBD. Artinya, kewaspadaan terhadap nyamuk penyebab DBD tidak lagi cukup dilakukan hanya saat musim hujan tiba.
Cuaca yang semakin labil membuat pola perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sulit diprediksi. Jika sebelumnya kita menganggap musim hujan sebagai puncak berkembangnya nyamuk, kini risiko tersebut tetap ada saat musim kemarau. Apalagi ketika fenomena El Niño membawa periode cuaca panas dan kering yang lebih panjang, siklus nyamuk satu ini juga berubah.
Apa Itu "Jam Biologis" Dengue?
Sama seperti manusia memiliki jam biologis yang mengatur kapan kita tidur, bangun, atau merasa lapar, nyamuk Aedes aegypti juga memiliki "jam biologis". Bedanya, jam biologis nyamuk bukan ditentukan oleh waktu di jam dinding, melainkan oleh kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan curah hujan.4
Faktor-faktor inilah yang memengaruhi seberapa cepat nyamuk berkembang dari telur menjadi dewasa, seberapa sering ia menggigit manusia, hingga seberapa cepat virus dengue berkembang di dalam tubuhnya. Ketika cuaca berubah akibat fenomena seperti El Niño, "ritme" alami nyamuk pun ikut berubah.4
Kondisi panas berkepanjangan dapat memengaruhi ekosistem nyamuk dan perilaku manusia, sehingga pola penularan DBD menjadi lebih kompleks.
Kenapa Keluarga Tidak Bisa Lagi Mengandalkan Kalender Musim?
Dulu, mungkin Moms & Dads dapat memprediksi kapan datangnya hujan dan mempersiapkan perlindungan dari DBD di waktu-waktu tertentu. Tetapi sekarang dengan adanya perubahan iklim, melakukan perlindungan dari DBD harus dilakukan setiap saat karena kita tidak tahu kapan nyamuk datang mengancam. Karena perubahan iklim ini mungkin mengubah "jam biologis" nyamuk.
Moms & Dads bisa menjadikan pencegahan DBD sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Dimulai dari rutin cek wadah air, menguras air genang, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang rentan mengenang air.2
Jika sudah rutin melakukan 3M Plus, maka Moms & Dads sudah berada di jalan yang tepat untuk menghilangkan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Selain 3M Plus, Moms & Dads juga bisa memberikan perlindungan tambahan untuk keluarga dengan berkonsultasi ke dokter mengenai vaksin DBD. Melalui dokter, Moms & Dads bisa membuat keputusan tepat untuk menambah perlindungan terhadap DBD.
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025