Skip to main content
PREVENT DENGUE INFECTION

5 Upaya Memutus Rantai Demam Berdarah, Lakukan ini Yuk!

PREVENT DENGUE INFECTION
5 Upaya Memutus Rantai Demam Berdarah, Lakukan ini Yuk!

 

Selamat datang, Moms dan Dads, dalam perjalanan penting membahas lebih mendalam langkah-langkah nyata yang dapat kita ambil guna memutus rantai penyebaran demam berdarah. Keberadaan virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti menuntut kita untuk menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat di sekitar kita.1 Dalam menghadapi tantangan ini, kita tidak hanya berkewajiban melindungi keluarga tercinta, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, mari telaah lebih dalam langkah-langkah nyata yang dapat kita terapkan untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari ancaman demam berdarah.

1. Pencegahan dengan Tindakan nyata

Langkah pertama dalam memutus rantai penyebaran demam berdarah adalah dengan melakukan tindakan nyata di rumah dan sekitarnya. Perhatikan kebersihan lingkungan sekitar, pastikan tidak ada tempat-tempat yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Selalu bersihkan dan kuras tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita lakukan bersama-sama di lingkungan sekitar kita dengan menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang dikenal sebagai 3M Plus:2

Menguras Tempat Penampungan Air

Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah secara rutin menguras tempat-tempat penampungan air di sekitar rumah. Pastikan tidak ada genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

Menutup Tempat-tempat Penampungan Air

Selain menguras, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi dan tong air sangat penting untuk mencegah nyamuk bertelur di sana. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan ekstra bagi keluarga dari gigitan nyamuk yang dapat membawa virus dengue.

Mendaur Ulang Barang-barang Berpotensi Menjadi Sarang Nyamuk

Daur ulang berbagai barang yang memiliki potensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti juga menjadi langkah efektif dalam PSN. Hal ini melibatkan kreativitas kita dalam mengelola barang-barang bekas agar tidak menjadi sarang nyamuk. Jangan lupa menerapkan “Plus”nya dengan:

Menanam Tanaman yang Dapat Menangkal Nyamuk

Plus dari 3M, Moms dan Dads dapat berupa menanam tanaman yang memiliki sifat menangkal nyamuk di sekitar rumah. Tanaman seperti serai, lavender, atau tanaman pengusir nyamuk lainnya dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Memeriksa Tempat-tempat Penampungan Air Secara Rutin

Perlu adanya kebiasaan rutin memeriksa tempat-tempat penampungan air untuk memastikan tidak ada genangan air yang tertinggal. Pemeriksaan secara berkala ini akan membantu kita mengidentifikasi potensi sarang nyamuk dan segera mengatasinya.

Memelihara Ikan Pemakan Jentik Nyamuk

Moms dan Dads bisa memelihara ikan yang memakan jentik nyamuk, seperti ikan guppy atau ikan mujair. Ikan-ikan ini dapat membantu mengontrol populasi nyamuk Aedes aegypti dengan memakan larvanya.

Menggunakan Obat Anti Nyamuk

Menggunakan obat anti nyamuk, baik dalam bentuk losion, semprotan, atau lilin anti nyamuk, dapat menjadi pertahanan tambahan untuk melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk yang berpotensi membawa virus.

Memasang Kawat Kasa pada Jendela dan Ventilasi

Upaya sederhana seperti memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi di rumah dapat menghalangi masuknya nyamuk dan menjaga kesejukan di dalam rumah.

Gotong Royong Membersihkan Lingkungan

Melakukan gotong royong bersama-sama dengan tetangga untuk membersihkan lingkungan sekitar rumah merupakan langkah kolaboratif yang efektif. Ini tidak hanya mencakup pembersihan halaman, tetapi juga penanganan bersama terhadap tempat-tempat yang potensial menjadi sarang nyamuk.

Meletakkan Pakaian yang Telah Digunakan dalam Wadah yang Tertutup

Pakaian yang telah digunakan merupakan tempat yang sering diabaikan sebagai tempat nyamuk bersembunyi. Dengan meletakkan pakaian dalam wadah yang tertutup, kita dapat mengurangi risiko gigitan nyamuk.

Memberikan Larvasida pada Penampungan Air yang Sulit Dikuras

Jika ada penampungan air yang sulit untuk dikuras secara rutin, memberikan larvasida dapat menjadi solusi efektif. Larvasida membantu mencegah perkembangan larva nyamuk di tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Memperbaiki Saluran dan Talang Air yang Tidak Lancar

Saluran dan talang air yang tidak lancar dapat menciptakan genangan air yang potensial menjadi sarang nyamuk. Memastikan keberlanjutan aliran air di saluran dan talang air merupakan langkah preventif yang tidak boleh diabaikan.

2. Peran Kita dalam Pencegahan Demam Berdarah

Moms dan Dads memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kita juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan demam berdarah. Sosialisasikan informasi mengenai cara-cara pencegahan kepada tetangga dan komunitas sekitar. Bentuklah kelompok kecil untuk saling mengingatkan dan memastikan bahwa setiap rumah tangga menjalankan langkah-langkah pencegahan secara konsisten.

3. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Langkah efektif untuk memutus rantai penyebaran demam berdarah adalah melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Moms dan Dads dapat berperan sebagai agen perubahan dengan mengedukasi tetangga dan teman-teman sekitar mengenai gejala demam berdarah, cara pencegahan, dan pentingnya respons cepat jika terdapat kasus di lingkungan sekitar.

4. Menghilangkan Sumber Nyamuk

Eliminasi sumber-sumber nyamuk adalah kunci dalam mengendalikan penyebaran demam berdarah. Pastikan untuk menghilangkan tempat-tempat yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, termasuk menyiram insektisida di tempat-tempat yang sulit dijangkau. Dengan memahami siklus hidup nyamuk, kita dapat lebih efektif dalam mengurangi populasi nyamuk pembawa virus dengue.

5. Upaya Vaksinasi dalam Memutus Rantai Demam Berdarah

Upaya Vaksinasi dalam Memutus Rantai Demam Berdarah

Vaksinasi merupakan salah satu langkah pencegahan yang penting dalam memutus rantai penyebaran demam berdarah. Konsultasikan dengan dokter mengenai vaksinasi untuk anggota keluarga. Dengan mendapatkan vaksin, kita dapat memberikan perlindungan tambahan dan mengurangi risiko terkena infeksi yang serius.

Dengan bersama-sama melakukan langkah-langkah ini, kita dapat menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penyebaran demam berdarah. Moms dan Dads, mari jaga kesehatan keluarga kita dengan tindakan nyata dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar!

 

Artikel ini dimaksudkan untuk informasi dan kesadaran publik, dan untuk tujuan edukasi. Artikel tidak dimaksudkan sebagai bentuk anjuran medis. Artikel ini telah disupervisi oleh: 

dr. Carissa R.V Pratiwi.



 

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Kesiapsiagaan Menghadapi Peningkatan Kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2019. Tersedia di: https://p2p.kemkes.go.id/kesiapsiagaan-menghadapi-peningkatan-kejadian-demam-berdarah-dengue-tahun-2019/ (Diakses pada 18 Januari 2024).
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Upaya Pencegahan DBD dengan 3M Plus. Tersedia di: https://ayosehat.kemkes.go.id/upaya-pencegahan-dbd-dengan-3m-plus (Diakses pada 18 Januari 2024).

Add new comment

One file only.
100 MB limit.
Allowed types: png gif jpg jpeg.
Tanya dokter