Sumber: Pixabay
Memasuki masa sekolah, aktivitas si Kecil semakin padat. Mereka lebih sering menghabiskan waktu belajar di kelas, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, hingga bermain di lapangan sekolah bersama teman. Di balik berbagai aktivitas tersebut, ada satu risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian Moms & Dads, yaitu risiko Demam Berdarah Dengue (DBD).1
Penyakit DBD yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih menjadi tantangan kesehatan di Indonesia sebagai negara tropis. Oleh karena itu, selain membiasakan perilaku hidup bersih, orang tua juga perlu menerapkan 3M plus serta mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mempertimbangkan pemberian vaksin DBD sebagai bagian dari upaya perlindungan anak.
Mengapa Anak Usia Sekolah Rentan Terpapar DBD?
Moms & Dads mungkin sudah menerapkan 3M Plus di rumah, namun anak usia sekolah memiliki mobilitas yang lebih tinggi. Mereka berpindah dari rumah ke sekolah, tempat les, taman bermain, hingga fasilitas olahraga. Semakin banyak lokasi yang dikunjungi, semakin besar pula kemungkinan mereka terpapar nyamuk pembawa virus dengue.1
Mungkin di rumah sudah bebas sarang nyamuk, namun risiko tergigit nyamuk di luar rumah masih ada. Bahkan, nyamuk Aedes aegypti dikenal aktif menggigit di pagi dan sore hari, yaitu ketika si Kecil sedang berada di sekolah atau menjalani aktivitas di luar rumah. Jadi, Moms & Dads bisa mempertimbangkan untuk melakukan vaksinasi DBD agar mendapatkan perlindungan optimal.3
Kapan Orang Tua Perlu Mulai Memikirkan Vaksin DBD?
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, "Apakah anak saya sudah waktunya menerima vaksin DBD?" Jawabannya tidak hanya bergantung pada usia, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kesehatan anak serta rekomendasi berdasarkan analisis mendalam dari dokter. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah penting untuk menentukan apakah anak sudah memenuhi kriteria penerima vaksin DBD.3
Seperti Apa Tanda-Tanda Anak Sudah Perlu Dipertimbangkan Mendapat Perlindungan Vaksin?
Berikut beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai vaksin DBD:
Perlu dipahami bahwa keputusan vaksinasi sebaiknya tetap dilakukan melalui konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar sesuai dengan kondisi masing-masing anak.2
Checklist Sederhana untuk Orang Tua
Sebagai panduan, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:
Jika sebagian besar jawabannya adalah "ya", maka tidak ada salahnya menjadwalkan konsultasi dengan dokter mengenai perlindungan tambahan melalui vaksin DBD.
Lindungi Si Kecil dengan Pendekatan yang Menyeluruh
Melindungi si Kecil dari DBD bukan hanya soal menghindari gigitan nyamuk, tetapi juga membangun perlindungan yang lebih komprehensif. Menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan gerakan 3M Plus,2 mengenali gejala DBD, serta berkonsultasi mengenai vaksin DBD sesuai usia dan kondisi kesehatan merupakan langkah yang saling melengkapi. Dengan begitu, si Kecil dapat menjalani aktivitas belajar, bermain, dan berkembang dengan lebih aman sepanjang masa sekolah.
C-ANPROM/ID/QDE/1276 | July 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025