Moms & Dads, pernah merasa lebih tenang setelah ada fogging di lingkungan rumah? Wajar, karena asap fogging sering dianggap sebagai tanda bahwa nyamuk DBD sudah dibasmi.
Padahal, fogging bukanlah solusi utama untuk mencegah DBD, lho. Faktanya, pencegahan DBD memerlukan berbagai upaya yang dilakukan secara bersamaan.
Lalu, sebenarnya apa fungsi fogging? Dan mengapa kita tetap perlu melakukan langkah pencegahan lainnya? Yuk, simak penjelasannya!
Apakah Fogging Berarti Bebas dari DBD?
Fogging memang menjadi salah satu langkah pengendalian DBD yang sering dilakukan ketika ditemukan penularan kasus DBD di suatu wilayah. Namun, fogging bukan dilakukan untuk mencegah munculnya nyamuk sejak awal.
Asap fogging bekerja dengan hanya membunuh nyamuk dewasa yang sedang beterbangan. Sementara itu, telur, jentik, dan pupa yang berada di dalam genangan air tidak ikut mati karena proses fogging.
Artinya, jika masih ada tempat perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah, nyamuk baru tetap dapat muncul beberapa hari kemudian. Karena itulah, fogging saja tidak cukup untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.2
Lalu, Kapan Fogging Dilakukan?
Fogging umumnya dilakukan sebagai bagian dari respons ketika ditemukan penularan DBD di suatu wilayah dan berdasarkan koordinasi dengan puskesmas setempat. Pelaksanaannya memiliki prosedur dan pertimbangan tertentu agar manfaatnya optimal.
Penggunaan insektisida pada fogging juga tidak bisa sembarangan. Ada ketentuan dosis tertentu yang dapat digunakan dalam pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti.
Dengan kata lain, fogging merupakan salah satu bagian dari upaya pengendalian DBD, bukan satu-satunya cara untuk mencegah penularan DBD.3
Yang Tidak Boleh Dilupakan: Memberantas Sarang Nyamuk
Kalau fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, bagaimana dengan telur dan jentiknya?
Di sinilah pentingnya gerakan 3M Plus. Langkah ini bertujuan menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk sehingga siklus hidupnya dapat diputus.
Moms & Dads dapat melakukannya dengan cara:
✓ Menguras tempat penampungan air secara rutin.
✓ Menutup rapat wadah penyimpanan air.
✓ Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Plus, rutin memeriksa talang air, tatakan pot tanaman, tempat minum hewan peliharaan, dan berbagai sudut rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.1
Moms & Dads juga bisa berkonsultasi ke dokter tentang vaksin DBD untuk mendapatkan perlindungan tambahan. Sehingga, mendapatkan pencegahan menyeluruh terhadap penyakit bawaan nyamuk Aedes aegypti satu ini.
Pencegahan DBD Perlu Dilakukan Bersama
DBD bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan atau pemerintah. Setiap keluarga juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk.
Semakin banyak rumah yang rutin melakukan 3M Plus, semakin kecil pula peluang nyamuk berkembang biak di lingkungan tersebut.
Karena itu, jangan menunggu ada fogging baru mulai membersihkan rumah. Justru kebiasaan menjaga lingkungan secara rutin merupakan perlindungan yang bisa dilakukan setiap hari.
C-ANPROM/ID/QDE/1291 | SEP 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025