Tahukah Moms & Dads? Di Indonesia, menjaga lingkungan bukan hanya soal aturan kesehatan. Ada juga kebiasaan yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, salah satunya kerja bakti.
Bersama-sama membersihkan lingkungan, mengangkat sampah, membersihkan selokan, hingga memastikan tidak ada genangan air. Kebiasaan sederhana ini ternyata punya kaitan erat dengan upaya mencegah DBD.
Selain kerja bakti, ada juga masyarakat yang mulai mencari cara-cara inovatif dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar. Simak apa yang bisa kita pelajari dari kearifan lokal dan inovasi masyarakat untuk mencegah DBD!
Kerja Bakti: Bersih-Bersih Bukan Sekadar Tradisi
Bagi masyarakat Indonesia, kerja bakti membersihkan lingkungan bukan hal yang asing. Menariknya, kerja bakti juga bisa menjadi salah satu bentuk aksi bersama untuk membantu mengurangi tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di tempat yang menampung air. Jadi, ketika warga bersama-sama membersihkan sampah dan menghilangkan genangan air, yang dilakukan bukan hanya membuat lingkungan terlihat lebih bersih. Kita juga sedang mengurangi tempat yang dapat menjadi lokasi nyamuk bertelur dan berkembang biak.
Contohnya Ada di Kelurahan Sri Meranti
Hal ini dapat dilihat dari kegiatan pemberdayaan masyarakat di RW 10, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Dalam kegiatan pemberantasan DBD ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan edukasi mengenai DBD, tetapi juga melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.
Mereka membersihkan area selokan, menguras tempat penampungan air, dan menutup tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.2
Artinya, pengetahuan tentang DBD tidak berhenti sebagai informasi, tetapi menjadi tindakan nyata masyarakat dalam upaya mencegah DBD.
Dari Bahan di Sekitar, Muncul Ide Baru
Kearifan lokal juga dapat menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan hal-hal yang tersedia di lingkungan sekitar. Salah satu contohnya adalah ECOMOS, inovasi spray antinyamuk alami yang memanfaatkan limbah kulit jeruk.
Kulit jeruk dimanfaatkan sebagai bagian dari inovasi untuk membantu mengurangi gangguan nyamuk. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa upaya menghadapi nyamuk dapat dilakukan dengan melihat potensi-potensi yang ada di sekitar kita.1
Kalau Ada Cara Alami, Apakah 3M Plus Masih Perlu?
Tentu saja. Penggunaan bahan atau inovasi untuk membantu mengusir nyamuk tetap perlu dijadikan sebagai salah satu upaya perlindungan menyeluruh. Dalam kegiatan di Kelurahan Sri Meranti, misalnya, inovasi pengusir nyamuk berjalan bersamaan dengan kegiatan membersihkan lingkungan.
Justru, kebiasaan baik yang sudah ada di masyarakat dapat berjalan bersama dengan langkah pencegahan DBD yang tepat.
Apa yang Bisa Kita Terapkan di Rumah?
Tidak perlu menunggu kegiatan kerja bakti berikutnya untuk mulai bergerak. Moms & Dads bisa membawa semangat yang sama ke lingkungan rumah dengan melakukan:3
✓ Menguras tempat penampungan air secara rutin.
✓ Menutup rapat wadah penyimpanan air.
✓ Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air.
Dan yang tidak kalah penting, ajak anggota keluarga dan para tetangga untuk ikut terlibat. Karena semakin banyak yang peduli terhadap lingkungan, semakin mudah pula kebiasaan pencegahan dilakukan secara konsisten.
Moms & Dads juga bisa mengajak keluarga untuk berkonsultasi ke dokter tentang vaksin DBD sebagai bagian dari perlindungan menyeluruh terhadap risiko DBD.
Kearifan Lokal Bisa Jadi Bagian dari Pencegahan DBD
Kerja bakti mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama. Inovasi seperti ECOMOS menunjukkan bagaimana masyarakat dapat mencari pemanfaatan baru dari bahan yang tersedia di sekitar. Sementara 3M Plus membantu kita menerapkan langkah pencegahan yang lebih terarah untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ketiganya mengingatkan kita pada satu hal: Menjaga keluarga dari DBD juga berarti menjaga lingkungan tempat kita hidup.
Untuk Keluarga, Jangan Ditunda!
C-ANPROM/ID/QDE/1303 | SEP 2026
Reference:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025