Sumber foto: Aflo Images
Moms & Dads pernah nggak sih dapat wanti-wanti “Hati-hati lagi musim DBD!” Peringatan seperti ini tentu membantu, tapi bisa membuat kita waspada DBD hanya pada waktu-waktu tertentu.
Nyatanya, DBD bukan penyakit musiman lho, Moms & Dads! Walaupun kasus DBD dapat meningkat pada musim hujan, virus dari nyamuk Aedes aegypti ini dapat menular sepanjang tahun. Percaya bahwa DBD hanya ada pada musimnya dapat membuat kita lengah dan itu dapat menimbulkan konsekuensi serius.
Kapan Sebenarnya DBD Dapat Menyerang?
Begini, Moms & Dads, ancaman DBD selalu ada sepanjang tahun, tetapi penyakit ini mempunyai puncak musiman. Jadi penyakit DBD tidak muncul di bulan tertentu saja, ya.
Walaupun musim hujan dapat menimbulkan lebih banyak genangan air untuk wadah perkembangbiakan nyamuk, namun penularan DBD dapat terjadi kapanpun selama ada tempat bagi nyamuk DBD untuk bertelur. Bahkan di musim kemarau, kebiasaan sehari-hari seperti menyimpan air di ember ataupun wadah air tidak tertutup lainnya dapat menciptakan tempat perkembangbiakan yang ideal bagi nyamuk.
Perubahan iklim juga mempersulit prediksi pola penularan DBD. Suhu bumi yang semakin panas memungkinkan nyamuk berkembang biak lebih cepat dan bertahan hidup di berbagai lingkungan yang lebih luas, sehingga meningkatkan risiko penularan demam berdarah sepanjang tahun.
Bahayanya Mitos “Musim DBD”
Anggapan bahwa DBD hanya terjadi pada waktu tertentu dapat mendistraksi Moms & Dads dari pencegahan DBD.
Moms & Dads bisa saja lupa melakukan gerakan 3M plus di luar “musim DBD,” sehingga memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak di sekitar rumah tanpa disadari. Lebih parahnya, mungkin saja kita mengabaikan gejala awal DBD karena beranggapan bahwa saat itu "bukan musim DBD," sehingga menunda penanganan dokter hingga sakitnya bertambah parah.
Padalah, penanganan dini memberikan perbedaan yang signifikan, Moms & Dads. Tanpa penanganan medis yang tepat, DBD dapat memiliki tingkat kematian hingga 20 persen. Namun, dengan diagnosis yang cepat dan penanganan yang tepat, risiko kematian dapat ditekan hingga kurang dari 1 persen.
Pencegahan DBD Perlu Dilakukan Sepanjang Tahun
Karena DBD dapat menyerang kapanpun, pencegahannya jangan terhenti pada saat “musimnya,” selesai. Yuk, bikin gerakan 3M Plus sebagai bagian dari rutinitas keluarga sepanjang tahun, dengan:
Moms & Dads juga bisa mendapatkan poin Plus dengan memeriksa keberadaan tempat perkembangbiakan nyamuk secara rutin, menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela, serta memastikan saluran pembuangan dan talang air tidak menampung air yang menggenang.
Ingin meningkatkan perlindungan terhadap DBD? Moms & Dads bisa langsung berkonsultasi ke dokter terkait vaksin DBD. Kita anggap vaksinasi ini sebagai perlindungan tambahan yang membantu sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan melawan virus dengue. Dikombinasikan dengan gerakan 3M yang rutin dilakukan, vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko terkena DBD.
Waktu terbaik untuk melindungi keluarga dari demam berdarah bukanlah saat musim DBD, melainkan setiap hari!
C-ANPROM/ID/QDE/1240 | July 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025