DBD Masih Mengancam! Simak Langkah-Langkah Perlindungan Menyeluruh

DBD Masih Mengancam! Simak Langkah-Langkah Perlindungan Menyeluruh

Moms & Dads, mungkin kita sering merasa DBD bukan lagi sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan. Apalagi kalau lingkungan rumah sudah terlihat bersih dan tidak sedang musim hujan.

Tapi faktanya, DBD masih menjadi ancaman di Indonesia. Berdasarkan data yang dilaporkan Kementerian Kesehatan, hingga Agustus 2026 tercatat 75.431 jumlah kematian akibat DBD di Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa risiko DBD masih tinggi dan belum hilang.1

Jadi, jangan sampai kita baru bergerak ketika ada tetangga, teman, atau anggota keluarga yang terkena DBD.

 

Kenapa DBD Masih Mengancam?

Salah satu tantangan DBD adalah nyamuk Aedes aegypti dapat berkembang biak di lingkungan sekitar kita. Tempat yang terlihat sepele, seperti ember, pot tanaman, talang air, hingga barang bekas yang menampung air, dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.4

Kemenkes bahkan menegaskan bahwa satu pencegahan tidak lagi cukup untuk melawan penyebaran dengue. Artinya, menjaga rumah tetap bersih saja belum tentu cukup. Begitu juga hanya menggunakan losion atau hanya mengandalkan satu cara pencegahan lainnya. DBD membutuhkan perlindungan berlapis.

 

Jangan Tunggu Nyamuknya Terlihat

Masalahnya, kita sering baru merasa perlu melakukan sesuatu ketika melihat banyak nyamuk di rumah.

Padahal, nyamuk Aedes aegypti bisa saja berkembang biak di tempat yang tidak kita sadari. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sebelum nyamuk berkembang biak dan sebelum ada anggota keluarga yang sakit.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menjadikan 3M Plus sebagai kebiasaan rutin, bukan pekerjaan yang dilakukan sesekali.2

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang dapat menampung air.
  • Plus, rutin memeriksa tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Jangan hanya mengecek halaman rumah. Perhatikan juga area yang sering terlupakan, seperti talang air, tempat minum hewan peliharaan, pot tanaman, hingga sudut-sudut rumah yang dapat menampung air.

 

Lengkapi Perlindungan Keluarga

Nah, kalau ingin melakukan perlindungan yang lebih menyeluruh, jangan hanya berhenti pada perlindungan lingkungan dan perlindungan dari gigitan.

Moms & Dads juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin DBD sebagai salah satu perlindungan tambahan bagi anggota keluarga yang memenuhi syarat.

Dengan begitu, upaya perlindungan dapat dilakukan dari berbagai sisi: mengurangi tempat nyamuk berkembang biak, mengurangi risiko gigitan, serta mempertimbangkan perlindungan tambahan melalui vaksinasi.3

Tidak ada satu langkah yang bisa membuat keluarga langsung bebas dari risiko DBD. Justru, semakin banyak lapisan perlindungan yang dilakukan secara konsisten, semakin baik upaya kita untuk mengurangi risiko.

 

Jangan Tunggu Sampai DBD Datang

Moms & Dads, lebih dari 70 ribu kematian menjadi pengingat bahwa DBD belum selesai.

Mulai dari rumah, cek lingkungan, lakukan 3M Plus secara rutin, dan konsultasikan vaksin DBD dengan dokter. Karena menghadapi DBD bukan soal memilih satu cara perlindungan, tetapi membangun perlindungan menyeluruh yang dilakukan bersama dan konsisten.

C-ANPROM/ID/QDE/1291 | SEP 2026

Referensi:

  1. ANTARA News. (2026, June 15). Kemenkes: 39.672 kasus DBD terjadi di 2026, 105 angka kematian - ANTARA News Sulawesi Utara. ANTARA News. https://manado.antaranews.com/berita/315169/kemenkes-39672-kasus-dbd-terjadi-di-2026-105-angka-kematian
  2. Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas. (2023). Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus. Ayo Sehat - Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Update Data Dengue.
  4. Low, G. K. K., Jiee, S. F., Lim, S. H., Omosumwen, O. F., & Shanmuganathan, S. (2025). The effectiveness of dengue vector control: A meta-review. Tropical Medicine & International Health, 30(10), 1069–1086. https://doi.org/10.1111/tmi.70018 
  5. Nurjana, M. A., Srikandi, Y., Wijatmiko, T. J., Hidayah, N., Isnawati, R., Octaviani, O., Gunawan, G., Samarang, S., Koraang, M. E., Anastasia, H., & Ningsi, N. (2023). Water containers and the preferable conditions for laying eggs by Aedes mosquitoes in Maros Regency, South of Sulawesi, Indonesia. Journal of Water and Health, 21(11), 1741–1746. https://doi.org/10.2166/wh.2023.270
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025