Sumber foto: Tharakorn Arunothais & Aflo Images
Moms & Dads merasa merasa cuaca lebih panas dan kering akhir-akhir ini? Itu karena fenomena El Niño sedang melanda Indonesia. Berdasarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Niño telah memasuki kategori kuat dengan peluang 98 persen mengurangi curah hujan di Indonesia, terutama pada puncak musim kemarau.
Mungkin rasanya lega ya Moms & Dads bisa beristirahat dari hujan deras, namun El Niño berkemungkinan untuk membawa ancaman baru, lho. Fenomena alam satu ini bisa meningkatkan risiko demam berdarah (DBD) dan memengaruhi kesehatan tubuh.
Meningkatnya Risiko DBD Pada Saat El Niño
Penelitian menunjukkan, negara-negara seperti Indonesia, Brazil, dan Singapura memiliki kombinasi kuat antara suhu dan curah hujan. Nah, hal ini dapat memperkuat pengaruh yang disebabkan El Niño, sehingga secara signifikan meningkatkan risiko DBD.
Cuaca yang lebih panas menciptakan lingkungan yang optimal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Di cuaca seperti ini, nyamuk betina bertelur lebih banyak dan larva nyamuk berkembang menjadi dewasa lebih cepat. Selain itu, cuaca panas membuat nyamuk lebih sering menggigit.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi menyatakan “Jadi, kita dapat penelitian waktu suhunya 25 derajat celcius itu nyamuk menggigitnya lima hari sekali. Tapi, kalau suhunya 20 derajat celcius, nyamuk akan menggigit dua hari sekali.” kata Imran.
Melihat bagaimana El Niño dapat meningkatkan risiko penularan DBD, Moms & Dads perlu waspada dalam menjaga kesehatan keluarga. Risiko infeksi DBD juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh. Apalagi, di masa El Niño ini daya tahan tubuh dapat dipengaruhi cuaca ekstrem.
Bagaimana El Niño Memengaruhi Perlindungan Kesehatan Keluarga
El Niño tidak hanya meningkatkan risiko DBD. Moms & Dads juga perlu tahu bahwa cuaca panas dan kering dapat memengaruhi daya tahan dan kesehatan tubuh.
Meningkatnya polusi udara di cuaca kering El Niño dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada anak-anak dan lanjut usia. Tubuh juga dapat mengalami kelelahan akibat panas. Gejalanya meliputi pusing, kelelahan, mual, sakit kepala, dan keringat berlebih.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi heatstroke, yaitu kondisi di mana tubuh tidak lagi mampu untuk mendinginkan diri secara alami. Kondisi ini sangat membahayakan lho, Moms & Dads.
Jadi, penting bagi Moms & Dads untuk menjaga daya tahan tubuh seluruh anggota keluarga agar tetap optimal. Karena ketika daya tahan tubuh menurun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk DBD.
Menjaga Kesehatan Keluarga di Tengah El Niño
El Niño terdengar seperti fenomena yang menyeramkan ya, Moms & Dads? Tapi tidak perlu khawatir asalkan kita terus memprioritaskan kesehatan keluarga dalam menghadapi risiko DBD dan penyakit lainnya.
Dalam menghadapi cuaca panas dan kering, Moms & Dads perlu memastikan bahwa keluarga terus terhidrasi, makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan sebisa mungkin membatasi aktivitas luar ruangan di bawah teriknya matahari.
Moms & Dads juga perlu memantau dan menguras genangan air di sekitar rumah, menutup wadah air dengan rapat, serta mendaur ulang barang-barang yang rentan menyimpan genangan air. Selain melakukan gerakan 3M, perkuat perlindungan keluarga dengan mengajak keluarga untuk konsultasi vaksin DBD ke dokter.
Dengan begitu, keluarga terlindungi dan Moms & Dads siap menghadapi panasnya cuaca El Niño!
C-ANPROM/ID/QDE/1240 | July 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025