Kenapa Infeksi DBD Kedua Bisa Lebih Berbahaya dari yang Pertama?

Kenapa Infeksi DBD Kedua Bisa Lebih Berbahaya dari yang Pertama?

Sumber foto: Unsplash/National Institute of Allergy and Infectious Diseases

Moms & Dads, pernah mendengar kalimat seperti, "Anak saya sudah pernah kena DBD, jadi sekarang pasti sudah kebal"?

Faktanya, anggapan ini masih sering beredar di masyarakat, padahal seseorang bisa terkena DBD lebih dari satu kali. Bahkan, pada kondisi tertentu, infeksi kedua justru dapat menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan infeksi pertama.

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Yuk, pahami penjelasannya agar Moms & Dads semakin siap melindungi keluarga.

 

Pernah Kena DBD Bukan Berarti Kebal Selamanya

Virus dengue ternyata tidak hanya memiliki satu jenis. Ada empat serotipe virus dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4.

Saat seseorang terinfeksi salah satu serotipe, tubuh akan membentuk kekebalan terhadap serotipe tersebut. Namun, perlindungan itu tidak berarti seseorang akan kebal terhadap tiga serotipe lainnya.

Artinya, bila di kemudian hari terpapar serotipe yang berbeda, seseorang tetap bisa mengalami DBD lagi.

 

Mengapa Infeksi Kedua Bisa Lebih Berat?

Moms & Dads, tubuh memang memiliki sistem kekebalan yang luar biasa. Namun, pada infeksi dengue kedua dengan serotipe yang berbeda, respons kekebalan tubuh bisa menjadi lebih kompleks.

Salah satu mekanisme yang diduga berperan adalah Antibody-Dependent Enhancement (ADE).

Sederhananya, antibodi yang terbentuk saat infeksi pertama memang masih mengenali virus dengue. Namun, jika virus yang masuk berasal dari serotipe yang berbeda, antibodi tersebut belum tentu mampu menetralisir virus secara optimal.2

Dalam kondisi tertentu, antibodi justru dapat membantu virus lebih mudah masuk ke dalam beberapa sel tubuh. Akibatnya, jumlah virus dapat meningkat dan respons peradangan menjadi lebih kuat, sehingga risiko terjadinya DBD berat juga dapat meningkat.1

Meski terdengar rumit, satu hal yang perlu diingat adalah: pernah terkena DBD bukan berarti risiko di masa depan sudah hilang.

 

Jadi, Kalau Sudah Pernah Kena DBD Tetap Harus Waspada?

Jawabannya, iya.

Baik anak-anak maupun orang dewasa yang pernah mengalami DBD tetap perlu menjaga diri dari gigitan nyamuk dan terus melakukan langkah-langkah pencegahan.

Jangan sampai muncul rasa aman karena menganggap tubuh sudah kebal. Justru, perlindungan perlu terus dilakukan agar risiko infeksi berikutnya dapat diminimalkan.

 

Jangan Menunggu Sampai Terkena Lagi

Banyak orang baru kembali waspada setelah ada anggota keluarga yang mengalami DBD untuk kedua kalinya. Padahal, perlindungan sebaiknya dilakukan sejak awal dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Selain rutin menerapkan 3M Plus dan menjaga kebersihan lingkungan, Moms & Dads juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin DBD sebagai perlindungan tambahan. Vaksin DBD mencakup keempat serotipe virus dengue, sehingga dapat membantu memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap DBD.

Karena perlindungan terhadap DBD bukan hanya dilakukan setelah seseorang sakit, tetapi perlu dibangun secara berkelanjutan.3 Jadi, meskipun pernah mengalami DBD sebelumnya, jangan lengah. Tetap lindungi keluarga dari semua serotipe virus dengue dengan langkah-langkah pencegahan yang menyeluruh.

C-ANPROM/ID/QDE/1291 | SEP 2026

Referensi:

  1. Katzelnick, L. C., Gresh, L., Halloran, M. E., Mercado, J. C., Kuan, G., Gordon, A., Balmaseda, A., & Harris, E. (2017). Antibody-dependent enhancement of severe dengue disease in humans. Science, 6365, 929–932. https://doi.org/10.1126/science.aan6836
  2. Patel, B., Longo, P., Miley, M. J., Montoya, M., Harris, E., & de Silva, A. M. (2017). Dissecting the human serum antibody response to secondary dengue virus infections. PLOS Neglected Tropical Diseases, 5, e0005554. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0005554 
  3. Nugroho, H. S. W., Lusno, M. F. D., Haksama, S., Yudhastuti, R., Zubaidah, S., Al Mamun, A., Tarawally, A., & Farid, M. R. H. (2024). The need for active and integrated involvement of the community and health professionals in the prevention and control of dengue hemorrhagic fever in Indonesia. The Pan African Medical Journal. https://doi.org/10.11604/pamj.2024.47.185.43298
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025