Mengapa Nyamuk DBD Lebih Sering Berada di Dalam Rumah Saat Cuaca Panas El Niño?

Mengapa Nyamuk DBD Lebih Sering Berada di Dalam Rumah Saat Cuaca Panas El Niño?

Moms & Dads, saat cuaca sedang panas-panasnya, biasanya kita akan mencari tempat yang lebih sejuk di dalam rumah. Ternyata, bukan hanya manusia yang berpikir seperti itu. Nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah (DBD) juga bisa melakukan hal yang sama.

Selama periode cuaca panas seperti saat El Niño, banyak orang mengira risiko nyamuk justru berkurang karena genangan air lebih cepat mengering. Padahal, kondisi panas dapat memengaruhi perilaku nyamuk. Ketika suhu di luar terlalu tinggi, nyamuk cenderung mencari tempat yang lebih teduh, lebih sejuk, dan dekat dengan manusia, termasuk di dalam rumah.2

Itulah mengapa, saat cuaca panas, pencegahan DBD tidak cukup hanya dilakukan di halaman atau lingkungan luar rumah.

 

Mengapa Nyamuk Masuk ke Dalam Rumah?

Nyamuk Aedes aegypti memang dikenal sebagai nyamuk yang senang hidup berdekatan dengan manusia. Saat cuaca di luar terasa terlalu panas, bagian dalam rumah bisa menjadi tempat yang lebih nyaman bagi nyamuk untuk beristirahat.

Area yang cenderung lebih teduh, lembap, dan tidak terkena sinar matahari langsung menjadi tempat favorit nyamuk untuk bersembunyi sebelum kembali aktif mencari mangsa.4

Karena itu, meski cuaca sedang terik, bukan berarti rumah otomatis bebas dari nyamuk penyebab DBD.

 

Titik-Titik di Dalam Rumah yang Sering Terlupakan

Saat membersihkan rumah, kita biasanya fokus pada lantai, meja, atau halaman. Padahal, ada beberapa sudut rumah yang juga perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi tempat nyamuk beristirahat atau berkembang biak.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Tatakan pot tanaman di dalam rumah.
  • Vas bunga yang airnya jarang diganti.
  • Ember atau wadah penampungan air di kamar mandi.
  • Tempat minum hewan peliharaan.
  • Gudang atau sudut ruangan yang lembap dan jarang dibersihkan.

 

Rutin Jalankan 3M Plus, Meski Sedang Musim Panas

Ada anggapan bahwa saat musim kemarau atau El Niño, risiko DBD akan menurun dengan sendirinya. Faktanya, pencegahan tetap perlu dilakukan sepanjang tahun.

Moms & Dads dapat terus menjalankan gerakan 3M Plus, yaitu:

✓ Menguras tempat penampungan air secara rutin.

✓ Menutup rapat wadah penyimpanan air.

✓ Mendaur ulang atau membuang barang bekas yang dapat menampung air.

Plus rutin memeriksa tempat-tempat di dalam maupun luar rumah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.1

Konsistensi melakukan pencegahan ini jauh lebih penting daripada hanya menunggu pergantian musim.

 

Jangan Biarkan Nyamuk Merasa "Betah" di Rumah

Cuaca panas selama El Niño memang dapat memengaruhi perilaku nyamuk. Ketika bagian luar rumah terasa terlalu panas, nyamuk bisa berpindah ke area yang lebih teduh dan nyaman di dalam rumah, tempat keluarga beraktivitas setiap hari.

Karena itu, perlindungan terhadap DBD tidak cukup hanya dengan menjaga halaman tetap bersih. Pastikan seluruh bagian rumah juga rutin diperiksa dan menjadi bagian dari kebiasaan 3M Plus. Selain itu, Moms & Dads juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin DBD sebagai perlindungan tambahan.3

Yuk, jangan beri kesempatan nyamuk merasa nyaman di rumah kita. Karena rumah yang bersih, sehat, dan bebas dari sarang nyamuk adalah langkah awal untuk melindungi seluruh keluarga dari DBD.

C-ANPROM/ID/QDE/1291 | SEP 2026

References

  1. Direktorat Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas. (2023). Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus. Ayo Sehat - Kementerian Kesehatan RI. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus 
  2. Djaafara, B. A., Elyazar, I. R. F., Silalahi, F. S. M., Surya, A., Handito, A., Thohir, B., Aryani, D., Kamal, M., Ramadona, A. L., Gunawan, D., Hipokrates, Khoirun Nisa, A., Prianto, E., Samad, I., Sugiarto, A., Fornace, K., Clapham, H. E., Faria, N. R., & Mishra, S. (2026). Dengue transmission heterogeneity across Indonesia’s archipelago: Climate-driven spatiotemporal patterns and policy implications. PLOS Neglected Tropical Diseases, 3, e0014135. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0014135 
  3. Nugroho, H. S. W., Lusno, M. F. D., Haksama, S., Yudhastuti, R., Zubaidah, S., Al Mamun, A., Tarawally, A., & Farid, M. R. H. (2024). The need for active and integrated involvement of the community and health professionals in the prevention and control of dengue hemorrhagic fever in Indonesia. The Pan African Medical Journal. https://doi.org/10.11604/pamj.2024.47.185.43298 
  4. Seang-arwut, C., Hanboonsong, Y., Muenworn, V., Rocklöv, J., Haque, U., Ekalaksananan, T., Paul, R. E., & Overgaard, H. J. (2023). Indoor resting behavior of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) in northeastern Thailand. Parasites & Vectors, 1. https://doi.org/10.1186/s13071-023-05746-9
Category
takeda

Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.

© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.

Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.

C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025