Moms & Dads, saat anak mengalami demam tinggi, mungkin yang pertama terlintas adalah memberikan obat dan memastikan ia cukup istirahat. Namun, jika penyebabnya adalah demam berdarah (DBD), ada satu hal yang tidak boleh sampai terlewat, yaitu mengenali tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera.
Banyak orang tua mengira kondisi anak mulai membaik ketika demamnya turun. Padahal, pada DBD, justru fase setelah demam mereda bisa menjadi periode yang perlu diwaspadai karena risiko terjadinya kebocoran plasma dan komplikasi dapat meningkat.
Itulah mengapa penting bagi Moms & Dads untuk mengenali tanda bahaya DBD agar tidak terlambat membawa anak ke fasilitas kesehatan.
Jangan Terkecoh Saat Demam Mulai Turun
Pada banyak penyakit, turunnya demam biasanya menjadi pertanda kondisi mulai membaik. Namun, pada DBD, hal ini tidak selalu terjadi.
Ketika demam mulai turun, anak tetap perlu dipantau dengan saksama. Bila muncul tanda-tanda bahaya, jangan menunda untuk segera mencari pertolongan medis.
Semakin cepat penanganan diberikan, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi menjadi lebih serius.
Berikut beberapa tanda bahaya DBD yang perlu segera mendapat perhatian medis.
Jika anak mengeluhkan sakit perut yang semakin hebat atau tidak kunjung membaik, jangan anggap sebagai sakit perut biasa. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda bahaya DBD yang memerlukan evaluasi dokter.
Sesekali muntah mungkin masih terjadi saat anak sedang sakit. Namun, bila muntah berlangsung berulang kali hingga anak sulit makan atau minum, segera bawa ke fasilitas kesehatan agar tidak mengalami kekurangan cairan.
Perhatikan bila terjadi mimisan, gusi berdarah, muntah darah, buang air besar berwarna hitam, atau muncul perdarahan lain yang tidak biasa.
Perdarahan merupakan salah satu tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera.
Anak yang biasanya aktif tetapi tiba-tiba tampak sangat lemas, mengantuk terus, tidak responsif, atau sulit dibangunkan perlu segera diperiksa oleh dokter.
Jangan menunggu hingga kondisinya semakin memburuk.
Bila tangan dan kaki terasa dingin, kulit tampak pucat, atau anak terlihat gelisah, kondisi ini juga perlu segera mendapat penanganan karena dapat menjadi tanda gangguan sirkulasi.3
Moms & Dads tidak perlu menunggu hingga semua tanda bahaya muncul sekaligus.
Bahkan jika hanya ada satu tanda bahaya DBD, segera bawa anak ke instalasi gawat darurat (UGD) atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Lebih baik memeriksakan kondisi anak lebih awal daripada terlambat mendapatkan penanganan.
Mengenali tanda bahaya DBD merupakan langkah penting agar anak dapat memperoleh penanganan yang tepat sedini mungkin. Namun, upaya terbaik tetap dimulai dari pencegahan.
Moms & Dads dapat melindungi keluarga dengan rutin melakukan 3M Plus untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.1 Selain itu, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter mengenai vaksin DBD sebagai perlindungan tambahan.2
Dengan mengenali tanda bahaya sejak dini dan menerapkan langkah-langkah pencegahan secara konsisten, keluarga dapat menghadapi risiko DBD dengan lebih siap.
C-ANPROM/ID/QDE/1291 | SEP 2026
Referensi:
Takeda merupakan perusahaan biofarmasi global yang berfokus pada pasien, berbasis nilai, dan digerakkan oleh penelitian & pengembangan dengan komitmen untuk mewujudkan kesehatan lebih baik dan masa depan lebih cerah kepada masyarakat di seluruh dunia. Semangat dan upaya kami dalam pengobatan yang berpotensi mengubah kehidupan bagi pasien mengakar kuat selama lebih dari 230 tahun sejarah kami di Jepang.
© Copyright 2023 PT Takeda Innovative Medicines.
Takeda and the Takeda Logo are registered trademarks of PT Takeda Innovative Medicines. All rights reserved.
C-ANPROM/ID/QDE/0956 July 2025